Ramalan Bintang Lagi….

August 18th, 2006 by dunia-dongeng

Gr_aries

ARIES

The Bottom Line

Today, your thoughtful actions will get you noticed by the folks you admire most.
In Detail

Today your actions will help lay the groundwork for something that will get you noticed by the folks you admire most, so act thoughtfully and always take the high road. There is a real change coming in your life, and it’s one that you’ve been hoping for, for a long time. This may be something you’ve been avoiding even speaking about because you fear it may never happen. Get ready, because you’re about to get what you wished for — and you’ll make quite a splash!

Hmmm….. oke. Ini cuma ramalan doang.
Dan kesempatan untuk jadi nyata biasanya cuma 1: 1.000.000 or even more.
Tapi gue nggak bisa menahan diri untuk tersenyum saat membaca yang satu ini.
Get me notice by the folks I admire most? Hmmmm…… siapa ya??? Ada sih yang langsung nongol di kepala gue. Tapi masa sih…he..he….. *ketawa nggak jelas*
You’re about to get what you wish for? Masa sih? Masa sih? he…he..he…….
*ketawa lebih nggak jelas lagi*

Hopefully….hopefully… biarpun kemungkinan jadi nyata lebih kecil daripada kemungkinan kantor gue diledakin teroris, tetep aja gue berharap bisa jadi kenyataan.

Amin.

Sakit

July 27th, 2006 by dunia-dongeng

Hari ini genap satu minggu sakit.
Kalau dipikir-pikir sakit nggak selamanya gak enak.
Yah tentu aja banyaaaak banget nggak enaknya.
Bolak balik uhuk ihik… apalagi kalau lagi tekanan tinggi.
Batuk udah kayak orang mo ngebom aja.
Belum lagi vonis dokter yang bilang umur gue tinggal….
huaaaa…… bohong deng.
Dokter cuma memvonis gue dengan sakit maag.
Alhasil dengan penyakitnya orang sibuk ini, gue dipaksa untuk mendaftar ulang semua makanan gue.
Ndak boleh ini. Ndak boleh itu.
Alhasil juga, gue jadi lebih care ama badan gue.
Mungkin ada baiknya.
Selama ini gue memaksa badan buat nurutin kemauan gue.
Mungkin ini saatnya untuk berbuat sebaliknya.

Bagaimana Dee bisa nyemplung ke dunia menulis: The Beginning.

January 3rd, 2006 by dunia-dongeng

   
    
   

 
 

Saat membuat profile gue untuk blog Chic, gue jadi teringat masa kecil gue dan gimana gue bisa jadi suka menulis seperti sekarang.

 

Pertama-tama
gue harus menyalahkan bokap gue. Waktu kecil, gue sering banget dibawa
ke toko buku. Waktu itu, gue ada di Semarang dan toko buku yang ada
cuma toko buku Gramedia (baru buka, lagi!Image hosted by Photobucket.com)
dan sebuah toko buku kecil, tua, dan lusuh yang ada di sebelahnya.
Tunggu sebentar. Umm… kayaknya waktu itu juga ada toko buku di
toserba Mickey Mouse dan Sri Ratu. Tapi, kecil gitulah.

 

Entah
kerasukan angin mana, bokap gue ngebawa gue ke toko buku hampir tiap
minggu. Nggak heran kalau sampai sekarang gue bisa seminggu dua kali
atau lebih ke toko buku. Nggak heran juga kalau di divisi gue, gue
melulu yang kena jatah belanja buku. Lah gak ada yang lebih gila kalau
soal belanja buku dari gue Image hosted by Photobucket.com(baca: belanja buku, bukan baca buku!).

 

Ngomongin
soal toko buku kecil, tua dan lusuh itu gue jadi ingat. Di sana, gue
pernah mencari komik-komik Asterik. Lengkap banget dulu di sana. Tapi
gue juga ingat perasaan kasihan gue. Saat itu, gramedia baru aja di
bangun. Gue yang waktu itu baru kelas 4 SD mikir. Aduh, kasihan banget
toko ini. Pasti kalah saingan ama Gramedia. Ngomong-ngomong, masih ada
gak ya tokonya?

 

Kembali
soal gue dan dunia menulis. Sebenarnya gue nggak nyadar kalau gue bisa
nulis karangan. Yang benar-benar bikin gue ngeh kalau gue bisa ngarang
adalah bu guru SD gue. Namanya… namanya… he..he..he… nggak ingat!
Benar-benar murid yang gak berbakti! Yang gue ingat adalah namanya
dimulai dari huruf L. Image hosted by Photobucket.com

 

Waktu
itu ada dua lomba di sekolah gue. Lomba menggambar ama lomba mengarang.
Sebenarnya gue sih bisa ikut dua-duanya (nyombong dikit lah Image hosted by Photobucket.com).
Bahkan pas temen gue yang kena suruh lomba menggambar, gue agak sebel.
Gue kan bisa ikut! Kenapa malah gue yang disuruh ikutan lomba ngarang? Image hosted by Photobucket.com

 

Tapi
namanya anak kecil. Emang bisa nolak kalau disuruh ama guru? Apalagi
gue kan murid berbakti. (Berbakti apa! Orang nama gurunya aja gak
ingat! *pletak*!)

Nah
tema mengarang waktu itu adalah Desaku. Iya. Jangan ketawa! Tulisan
dibuat kertas folio bergaris satu halaman. Gyahahahahaha…..Image hosted by Photobucket.com (Nah malah ketawa sendiri)

 

 

Tapi itulah awal dari segalanya. Bangkitnya kesadaran bagi seorang Dee.

Gue
ingat banget pagi itu gue jalan ke kelas yang lagi diajar guru gue itu
untuk menyerahkan hasil tulisan gue. Saat itu anak kelas 6 lagi pada
mencatat dan gue dengan nekad banget masuk. Gue nggak ingat si ibu itu
berkomentar hari itu atau beberapa hari kemudian, tapi yang jelas dia
mengatakan satu hal yang gak gue lupakan sampai detik ini.

 

 

"Tulisan kamu bagus. Lebih bagus dari yang dibuat anak kelas 6."

 

Saat
itu rasanya langit terbelah dan ada sinar yang langsung nyorot tepat di
atas gue. Mata gue langsung berbinar-binar dan perasaan gue langsung
berbunga-bunga. Anak kelas 5 SDdibilangin tulisannya lebih bagus dari
anak kelas 6. Anak kecil mana yang gak GR? Image hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.com

 

Pada
akhirnya gue memang tidak menang. Tapi gue mendapatkan satu hal yang
lebih berharga dari tropi manapun: kesadaran. Kesadaran bahwa gue punya
bakat nulis. Kesadaran bahwa gue punya suatu potensi untuk
dikembangkan, potensi yang bahkan selama ini gak gue sadari.

 

Ah,
bu guru, saya tahu saya tidak berbakti dengan tidak mengingat nama
Anda. Tapi percayalah, kalimat pendek telah merubah hidup seorang anak
hingga ia berakhir seperti sekarang. Terima kasih, Bu. Terima kasih
banyak. 

 

Image hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.com

Hati-Hati Penipuan

December 8th, 2005 by dunia-dongeng

Setidaknya ada tiga macam penipuan yang akhir-akhir ini sering dilakukan. Gak bisa dibilang baru sih lantaran sudah kejadian sejak tiga atau dua tahun yang lalu. Tapi tetap aja korban terus berjatuhan. Dari catatan pribadi saya, setidaknya ada tiga jenis penipuan yang perlu diwaspadai karena memanfaatkan emosi dan kelengahan Anda.

1.    Penipuan Melalui Surat Berkedok Undian

Anda menerima surat, membuka amplopnya dan selembar kertas mengatakan Anda memenangkan uang sebesar 100 juta! Kupon yang dulu Anda kirim ikut menemani. Belum lagi surat dari kantor pajak dan tulisan yang mengatakan promosi ini bebas biaya. Tapi tunggu dulu. Kok tanggal terakhir pembayaran pajak adalah hari ini? Bagaimana reaksi Anda? Kemungkinan besar Anda akan panik dan menghubungi nomer telepon yang tertera. Ia akan mengatakan Anda punya waktu 30 menit untuk mentransfer biaya pajak. Tapi kalau Anda waspada sebenarnya ada beberapa titik kelemahan yang membuat Anda seharusnya tidak tertipu

  • Walau kop suratnya menggunakan nama perusahaan, biasanya merupakan hasil sablonan yang jelek. Ia juga menggunakan amplop tanpa kop perusahaan. Pakai logika saja, mana ada perusahaan bonafit memakai kop sejelek itu?
  • Anda akan diminta menghubungi nomer HP. Bila ini adalah urusan bisnis, kenapa yang dicantumkan adalah nomer HP?
  • Katanya bebas biaya, tapi kok masih harus bayar pajak?

Tips:

  1. Sebelum membuat keputusan untuk mentransfer, mintalah pertimbangan pada BANYAK orang. Semakin banyak, semakin bagus. Kalau perlu telpon orang satu kelurahan.
  2. Telponlah ke perusahaan pembuat undian. Bila tidak tahu, tanya nomernya pada 108.  Jangan pernah menelpon nomer kantor yang tertera pada kop surat
  3. Tidak usah ikut undian berhadiah sekalian.

2.    Penipuan Melalui SMS

Yang ini seharusnya tidak perlu diberi tahu karena sudah sangat sering terjadi. Sampai-sampai orang bosen menghapusnya dari inbox. Cuma menuh-menuhin aja. Caranya sederhana saja. Ia akan mengSMS Anda dan mengatakan SELAMAT ANDA MEMENANGKAN ….. JUTA RUPIAH.  Untuk melihat ini penipuan atau bukan, lihatlah siapa pengirimnya. Bila memang dari provider Anda, nama provider Anda akan muncul pada kolom sender. Pokoknya kalau yang muncul adalah No HP, sudah dipastikan itu adalah penipu. Anda boleh menelpon atau mengSMS balik untuk men’doggy-doggy’ orang itu kalau Anda mau.

3.    Penipuan Melalui Telepon Berkedok Kecelakaan

Ini adalah bentuk penipuan yang paling mengkhawatirkan untuk saya karena ia bermain dengan rasa khawatir seseorang. Sang penipu (berkedok sebagai polisi atau dokter) akan menelpon Anda untuk mengatakan bahwa orang yang Anda sayangi mengalami kecelakaan. Anda harus mentransfer sejumlah uang ke rumah sakit atau Anda harus datang ke rumah sakit yang dikatakannya. Percuma saja Anda menelpon keluarga Anda karena telepon Anda (dan mungkin juga telpon saudara Anda) sudah dikuasai kelompok penipu tersebut. Anda tidak akan bisa menghubungi keluarga Anda.

Tips: Jangan panik. Gunakan telpon tetangga untuk menghubungi keluarga Anda.

Kualat: Hamil di Luar Nikah

November 21st, 2005 by dunia-dongeng

Setiap kali gue memutar
televisi dan menyaksikan sinetron, gue selalu berharap ada sedikit
keajaiban dan ada sedikiiitt saja perbaikan kualitas sinetron kita.
Tapi sejauh ini, harapan itu cuma seperti mengharapkan kupu-kupu
berubah menjadi ulat.

Gue meluangkan waktu gue untuk menonton
Kualat: Hamil di luar nikah, sinetron ‘agama’ di LaTV. Dari awal,
sebenarnya gue sedikit optimis. Penulis naskahnya adalah Zaenal T.
Radar yang rasanya sering terdengar di telinga, bukan sebagai penulis
skenario sinetron, tetapi sebagai penulis cerpen or novel or something.
Ada yang bisa mengingatkan?

Anyway, semakin lama menghabiskan
waktu di depan televisi, gue semakin pesimis. Cerita dibuka dengan
adegan diskotik yang banyak mengumbar adegan-dansa-seksi yang nggak
penting. Tokoh utama cerita kita, Ranti, bermesraan dengan kekasihnya,
Hamdan. Cukup (atau bahkan sangat?) hot untuk sebuah sinetron yang
dibungkus embel-embel agama. Seharusnya ada larangan orang beriman
dilarang menonton acara ini. Saling meraba, almost kisses, tatapan yang
menggoda dan bernafsu, sampai akhirnya masuk ke kamar mandi. You know
the rest… Lebih gila lagi, adegan mesum ini terulang kembali tanpa
ada tujuan jelas dan di cross cut dengan adegan Maya sembahyang. Jadi
bayangkan seperti ini.

Ranti dan Hamdan berpelukan. Maya
mengangkatkan tangannya dan berdoa, "Ya Allah, ampunilah dosa adikku."
Hamdan membuka kaosnya. Pelukan dan rabaan keduanya semakin hot.
"Berilah petunjuk pada adikku." Ranti dan Hamdan jatuh ke kasur.

Udah
jangan dibayangin lama-lama! Mari kita bicara tentang plotnya yang
tidak bagusnya (memang ada sinetron sejenis yang plotnya bagus?) Oleh
kakaknya (Maya), gaya pacaran Ranti dianggap terlalu bebas. Ranti tentu
saja nggak mau terima. Masukkan semua caci maki Ranti yang bisa kamu
pikirkan di sini. Terusannya bisa ditebak. Ranti hamil, cowoknya
selingkuh. Ranti gagal menggugurkan kandungannya hingga akhirnya gila.

Jadi
apa yang bisa kita tertawakan dari sinetron ini? Setelah ceritanya yang
so-so (gue tidak mengatakan ceritanya buruk karena kata buruk itu sudah
menjadi hak cipta Punjabi), akting para pemainnya juga sama buruknya.
Ranti tertawa terlalu sering (Gue gagal membedakan antara tertawa gila,
tertawa senang, dan tertawa puas ala penjahat psiko sinetron) dan Maya
tampil datar seperti anak SD yang baru menghafalkan naskahnya. Kita
juga harus tertawa saat sinetron ini mencoba melucu saat tampil tokoh
Rahmat yang PDKT sama Maya. Akting Rahmat sama noraknya dengan musik
pengiringnya. Pikirkan saja musik yang selalu diputar di setiap adegan
komedi sinetron punjabi yang sangat mengganggu telinga itu.

Bagian
terlucu dalam plot mungkin terdapat pada akhir cerita. Mendadak saja,
Maya memutuskan untuk menyuruh Rahmat untuk mencari Hamdan karena tidak
bisa lagi mengatasi kegilaan Ranti. Halo? Hamdan yang tidak mau
bertanggung jawab dan mau dibunuh oleh Maya malah disuruh datang? Dan
kenapa pula ketika kembali Rahmat malah membawa seorang perempuan?
Siapa dia? Hamdan yang sudah operasi kelamin? Ending yang payah. Akan
lebih menyenangkan kalau cerita berakhir dengan Ranti membunuh semua
orang termasuk Feni Rose yang muncul hanya untuk memberikan nasihat
pada penonton sementara di belakangnya, Ranti berteriak-teriak dengan
silet di tangannya. Sungguh, sinetron ini akan memiliki twisted ending
yang bagus bila Feni Rose ikut terbunuh.  

Ketika

November 9th, 2005 by dunia-dongeng

Oke. Mungkin emang gue terlambat banget nulis review ini. Hmm….ini film awal tahun 2005 sedangkan pas gue nulis ini sudah akhir 2005. Duh telat banget.
Tapi siapa juga yang bisa ngelarang gue nulis. Orang blog, blog gue gini…he..he…
Anyway, menurut gue ini salah satu film Indonesia terbaik saat ini paling gak itu keputusan gue yang belum nonton film terbarunya Garin, Gie, Janji Joni, ama Banyu Biru. :)
Cerita dimulai dengan masa di mana hukum ditegakkan di Indonesia (kira-kira kapan ya? Sepertinya kiamat datang duluan.) Pada masa itu, banyak konglomerat bunuh diri karena nggak kuat menanggung beban malu karena bangkrut. Salah satu yang bangkrut itu adalah Tajir (Deddy Mizwar). Harta disita dan ia harus hidup miskin. Menarik banget melihat orang yang begitu kaya mendadak jadi miskin. Bagaimana mereka bersikap

J-Rocks Nyontek L’arc-en-ciel

October 7th, 2005 by dunia-dongeng

Gue termasuk jajaran penonton TV yang tidak setia. Maksudnya, tiap detik gue merubah channel, menatap jajaran sinetron yang tidak bermutu dan penuh dengan adegan-pasti-nyontek-dari-mana-gitu sampai akhirnya gue mematikan televisi dan berkata, "Sampah. TV isinya sampah semua."

Tadi malam, kegiatan yang sama terulang. Kali ini bukan karena sinetron yang tidak bermutu, tapi karena acara pertunjukkan musik di RCTI yang entah judulnya apa. Inipun bukan kegiatan yang disengaja, soalnya gue kebetulan lagi nonton the Apprentice, lalu iklan.

Pas jeda iklan ini gue menyaksikan sesuatu yang membuat mata gue terbuka lebar.

Hyde! Hyde-nya L’arc-en-ciel di RCTI!

Tunggu dulu! *memincingkan mata* Itu bukan Hyde. Itu….. *hueeek….muntah* Ngapain ondel-ondel punk yang kayak Ivan Gunawan itu nyanyi ala Hyde?

"J-Rocks, Mbak. J-rocks." Adek cowok gue, Dimas, yang lagi asyik bikin logo kampusnya buka suara.

Gue pernah dengar J-rocks dari hasil perbincangan antar penggila J-rocks. Gue. Dimas dan adek cewek gue, Nanin. Tapi gue nggak menduga bakal mirip-mirip plek plek abis ama Hyde. Rambut punk yang pernah dipake di video klip LYNX, terus juga dandannya. Teganya mereka menodai kepolosan Hyde gue!

"Yang gitar itu malah kayak Tetsu."

Hueekkk…. gue malah makin pengen muntah aja, walau si Tetsu wannabe ini masih mending dibandingkan dengan Hyde wannabe. Mungkin akan ada yang bilang (atau mereka sendiri akan bilang… J-Rocks cuma terinspirasi ama musiknya L’arc-en-ciel)

Terinspirasi?

Gue nggak keberatan kalau mereka terinspirasi sama L’arc-en-ciel. Ratusan atau bahkan ribuan musisi di dunia ini saling memengaruhi (bukan mempengaruhi!). Nggak ada artis yang benar-benar original tanpa pengaruh musisi lain. Itu wajar-wajar aja. Tapi terinspirasi beda dengan mengopi dan beda banget sama merubah identitas diri loe menjadi band lain. Padi,misalnya, mengakui terus terang kalau musik mereka terpengaruh ama U2. Tapi mereka tidak berusaha untuk menjadi Bono atau bergaya ala Bono. Mereka bergaya sebagaimana diri mereka sendiri.

Tapi dari penampilan J-Rocks yang gue lihat or at least, dari penampilan yang gue lihat, mereka nggak terinspirasi. Mereka mencoba menjadi L’arc-en-ciel, mencoba menjadi Hyde Indonesia. Bahkan lagu mereka saja terdengar seperti nyomot-nyomot bagian entah bagian lagu L’arc-en-ciel yang sama.

Dan itu PATHETIC!

Gue sama sekali nggak bangga ngeliat mereka. Musik mereka mungkin lumayan bagus. Suaranya si Hyde wanna be juga okelah. Tapi apa mereka nggak tahu, ketika orang melihat mereka, mereka tidak dipandang sebagai band dengan identitas sendiri, tapi sebagai band yang niru L’arc-en-ciel?

"Siapa? J-Rocks? Oh yang bandnya nyontek L’arc-en-ciel itu ya?"

Band. Nyontek. Kalau kamu menghargai arti originalitas, gabungan kedua kata itu adalah hal yang paling bikin mengerikan. Jangan pernah sampai ada orang yang mengatakan kamu menyontek karya orang lain.

Have a nice day.

Don’t let me ruin your day.

my novel

September 22nd, 2005 by dunia-dongeng

Gue baru aja nyelesain novel pertama….isinya tentang apa coba….tentang fantasy. ugh.. ya… macamnya penyihir, ksatria begitu….
Yang jelas sekarang lagi diikutkan ke lomba ngarang. Wish me luck ya guys… soalnya agak-agak gak pede. Udah gitu isinya ugggghhh…..masih jauh banget dari sempurna. Mana waktunya mepet lagi. >-<

Feeling Batman….

April 5th, 2005 by dunia-dongeng

Batman punya kantong mata gak ya….
Hari ini rasanya badan capek banget. pegel-pegel.
Kayaknya kantong mata nambah gede…
I wonder whether batman have a good concealer…. mereknya apa ya, mas…
pagi gue berjuang jadi editor, malam jadi penulis…. haaahh what a life… wait… life? do I have a life??

Setelah berminggu-minggu berjuang menulis novel IMAJI.
Ini juga belum selesai, tapi yah sudahlah. this is the best thing I could do right now.
Pengennya sih nulis ulang lagi dari depan….apalagi terinspirasi setting film Lemony Snicket yang baru aja ditonton…. jadi pengen ^-^

Tapi kayaknya harus dipending….
Gue harus ganti dengan proyek lain….
judul novelnya CATTITUDE… hmmm…
dari judulnya udah ketauan kucing banget…
Ini sebenarnya pengembangan cerita lama.